Ahli Tafsir dari kalangan Sahabat
Abdullah bin Abbas adalah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw. sekaligus saudara sepupunya. Nama Ibnu Abbas juga digunakan untuknya untuk membedakannya dari Abdullah yang lain.
Ibnu Abbas merupakan salah satu sahabat yang berpengetahuan luas, dan banyak hadist sahih yang diriwayatkan melalui Ibnu Abbas, serta dia juga menurunkan seluruh Khalifah dari Bani Abbasiyah.
Dia merupakan anak dari keluarga yang kaya dari perdagangan bernama Abbas bin Abdul-Muthalib, maka dari itu dia dipanggil Ibnu Abbas, anak dari Abbas. Ibu dari Ibnu Abbas adalah Ummu al-Fadl Lubaba, yang merupakan wanita kedua yang masuk Islam, melakukan hal yang sama dengan teman dekatnya Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad.
Ayah dari Ibnu Abbas dan ayah dari Muhammad merupakan anak dari orang yang sama, Syaibah bin Hâsyim, lebih dikenal dengan nama Abdul-Muththalib. Ayah orang itu adalah Hasyim bin Abdulmanaf, penerus dari Bani Hasyim klan dari Quraisy yang terkenal di Makkah. Ibnu Abbas juga memiliki seorang saudara bernama Fadl bin Abbas.
Dikisahkan, ketika suatu saat Rasulullah Saw. menimang dari kelahiran Ibn Abbas, Rasulullah Saw. mendoakan Ibn Abbas dengan cara menggunakan air liurnya kemudian meletakannya ke mulut Ibn Abbas.
Apa doanya?
Dia didoakan khusus agar menjadi ahlul hikmah atau ahli ilmu dan kelak suatu saat nanti Abdullah ibn Abbas akan menjadi orang yang sangat dikagumi dan dijadikan sandaran atau rujukan khususnya Al-Quran, tafsir dan hadist.
Semasa hidupnya, Ibnu Abbas pernah berpesan agar dimakamkan di Thaif, bukan di Madinah atau di Makkah. Bagi Ibnu Abbas, Madinah dan Makkah merupakan kota suci yang hanya layak untuk orang-orang yang benar bersih.
Ibnu Abbas yang berjuang bersama Rasulullah merasa tidak pantas dimakamkan di tempat suci ini. Karena itu, di masa senjanya Ibnu Abbas memilih tinggal di Thaif sampai meninggal di sana pada tahun 78 Hijriyah dalam usia 81 tahun.
Selain terkenal dalam jalur periwayatan hadits, Ibnu Abbas juga dikenal dengan banyak julukan antara lain Hibrul Ummah (pemimpin umat), Faqihul Ashr (orang yang paling pandai memahami agama di masanya), Imam Tafsir (ahli tafsir),Ibn (lautan karena luasnya ilmu), dan banyak julukan lain.
Makam dan Masjid Ibnu Abbas di Thaif sekarang menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi jamaah umrah dan haji dari berbagai negara

Posting Komentar untuk "Ahli Tafsir dari kalangan Sahabat"